Mengenal Resesi : Badai Gelap Yang Menerpa Ekonomi

 

                        Sumber : Finance.detik.com

Oleh : Yenny Natalya

Belakangan ini kalimat resesi menjadi buah bibir di kalangan masyarakat dunia. Sebuah topik yang berkonotasi negatif, dan membuat orang-orang khawatir mengenai kondisi keuangan dunia,  negara, maupun keuangan pribadi. Resesi sering dikaitkan dengan kebangkrutan, kemiskinan, kelaparan, dan PHK besar-besaran, tentunya hal ini akan membuat tubuh bergidik ngeri ketika mendengarnya. Maka akan timbul rasa penasaran mengenai apa makna resesi yang sebenarnya?

Menurut para ahli, resesi terjadi ketika ekonomi suatu negara mengalami peningkatan jumlah pengangguran, penurunan ritel, produk domestik bruto (PDB) yang negatif, dan terdapat kontraksi pendapatan dan manufaktur untuk jangka waktu yang lama maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut. Oleh sebab itu resesi ini sering disebut sebagai badai bagi ekonomi. Keadaan resesi ini tentu nya ditakuti oleh banyak pihak karena cenderung memberi dampak negatif.

Resesi tentunya sebuah kejadian yang dihindari dan tidak diinginkan, karena berdampak negatif ke berbagai pihak. resesi berdampak pada pemecatan yang dilakukan secara massal dan membuat tingkat pengangguran meningkat. Jika dilihat dari sisi pemerintah hal ini menjadi sebuah permasalahan karena pemerintah dituntut untuk menyelesaikan krisis ini secara cepat, dilain sisi pemerintah juga kehilangan sebagian pendapatan pajaknya dikarenakan pendapatan masyarakat yang menurun, dan berdampak pada penurunan nilai pajak pendapatan. Selain itu masyarakat akan cenderung melakukan penghematan dan mengurangi tingkat belanja nya dan mengakibatkan penurunan pendapatan pajak pertambahan nilai (PPN). Hal ini sejalan dengan para pekerja dan perusahaan. Banyak pekerja yang akan kehilangan pekerjaan, dan menurunkan daya beli. Perusahaan juga akan terdampak dengan adanya penurunan daya beli masyarakat, sehingga nilai penjualan akan merosot.

Lalu apa yang bisa kita lakukan jika resesi benar-benar terjadi?  Langkah pertama yang bisa dilakukan yaitu, melakukan penghematan dan melakukan pengelolaan dana yang tepat, sehingga anda dapat menyisihkan uang anda untuk disimpan. Siapkan dana darurat menggunakan uang yang telah anda sisihkan untuk kebutuhan darurat tak terduga kedepannya. Berinvestasi dengan minim resiko, dan menyiapkan asuransi.

Mengurangi gaya hidup konsumtif tentunya akan membantu anda melalui masa kelam ini, menerapkan kebiasaan hidup yang tepat sehingga jika terjadi konsumtif, anda bisa bertahan dan dapat melaluinya dengan baik. Resesi bukanlah sebuah hal yang harus ditakuti, namun tetap untuk diwaspadai. Oleh sebab itu anda harus menyiapkan diri dan kondisi keuangan yang mumpuni.

Komentar